z35W7z4v9z8w Tingkat Partisipasi Politik dalam Pemilu di Amerika
image1 image2 image3

Welcome To Demokrasi Style | Blog Artikel Ilmu Sosial Politik, Hukum dan Pemerintahan | Silahkan Klik "CONTINUE READING" Untuk Baca Artikel Selengkapnya|

Tingkat Partisipasi Politik dalam Pemilu di Amerika

Artikel tentang Tingkat partisipasi politik masyarakat dalam pemilu di Amerika Serikat-Partisipasi politik pada dasarnya merupakan bagian dari budaya politik, karena keberadaan struktur-struktur politik di dalam masyarakat, seperti partai politik, kelompok kepentingan, kelompok penekan dan media masa yang kritis dan aktif. Hal ini merupakan satu indikator adanya keterlibatan rakyat dalam kehidupan politik (partisipan).

Pemilu di Amerika Serikat
Pemilu di Amerika Serikat

Bagi sebagian kalangan, sebenarnya partisipasi masyarakat (keterlibatan rakyat) dalam proses politik, bukan sekedar pada tataran formulasi bagi keputusan-keputusan yang dikeluarkan pemerintah atau berupa kebijakan politik, tetapi terlibat juga dalam implementasinya yaitu ikut mengawasi dan mengevaluasi implementasi kebijakan tersebut. Partisipasi Politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, seperti memilih pimpinan negara atau upaya-upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah. Bentuk partisipasi politik yaitu:
  1. Memberikan Suara (voting) merupakan partisipasi dalam bentuk keikutsertaan pemilihan umum atau memberikan suara adalah bentuk yang paling umum dan sangat dikenal.
  2. Ikut berkampanye merupakan memberikan suara seseorang dengan berbagai kegiatan mulai dari penyebaran pamflet, pemasangan poster, spanduk, stiker untuk gedung, dan bumper mobil hingga menyiapkan tempat pemungutan suara.
  3. Kegiatan komunitas muncul sebagai alternatif dari pemilihan yang sudah tentu hanya berlangsung pada saat-saat tertentu.
  4. Mengontak Pejabat (Contacting Official) merupakan arti sesungguhnya dimana adanya pertemuan langsung antara rakyat dan wakil rakyat sebagai upaya menegakkan demokrasi.
  5. Protes sebagai bentuk partisipasi cenderung dilakukan secara damai dan berlangsung diberbagai kota di negara bagian atas berbagai isu.
  6. Mencalonkan diri digunakan untuk merebut jabatan publik dan merupakan bentuk partisipasi yang paling dinamis.

PARTISIPASI POLITIK MELALUI PEMILU DI AMERIKA SERIKAT

Pada hakikatnya disemua negara demokrasi industri, kekayaan, dan hak istimewa juga kesempatan tidak sama rata, begitu pula dengan Amerika Serikat. Kesempatan inilah yang dilihat oleh partai politik radikal untuk menarik simpatik dan suara dalam pemilu yang diadakan. Tingkat kesadaran golongan disana tergolong kecil. Hal ini dikarenakan beberapa faktor.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kesadara Masyarakat dalam Pemilu

1. Tidak ada warisan feodal
Amerika Serikat telah membangun modernisasi sejak awal dibentuk, hal itu dilakukan setelah penghapusan pribumi berkulit merah. Pada waktu itu tidak ada golongan budak yang terikat pada pemilik suatu lahan pertanian. Tidak ada warisan feodal yang diwariskan seperti yang terjadi di negara-negara yang ada di Eropa. Selain itu, disana tidak ada aristokratis pemilik tanah ataupun gereja yang berpengaruh besar dalam sistem yang ada tersebut. Sehingga moderenisasi ekonomi dapat dilakukan tanpa pemerintah harus menggunakan otoritasnya menyapu bersih sisa-sisa feodalisme. Menandakan bahwa pemerintahan yang berada di Amerika Serikat tidak terpusat dan sangat terpecah-pecah, meskipun ekonominya bertumbuh dan berkembang dengan sangat pesat.

2. Integrasi Sosial dari Buruh Amerika
Bukan suatu kebetulan bahwa, pernyataan yang paling jelas tentang kesadaran golongan dalam sejarah Amerika Serikat terjadi pada akhir abad 19 dan permulaan abad 20, dalam suasana industrialisasi yang cepat. Akan tetapi untuk sebagian besar dan setelah munculnya jaminan-jaminan hukum dari New Deal (1930-an) yang mengenai hak-hak kaum buruh untuk berserikat dan untuk mengadakan tawar menawar secara kolektif. Persengketaan golongan kaum industri di Amerika Serikat merupakan perjuangan diam-diam yang diadakan pada batas-batas hukum dan Undang-Undang Dasar. Keadaan ini juga yang menjelaskan mengapa disana tidak pernah ada partai sosialis yang kuat (terutama untuk kaum buruh), apalagi partai revolusioner yang mengibarkan bendera sosialisme ataupun komunisme. Keadaan ini juga yang dapat menjelaskan mengapa di Amerika Serikat sosialisme adalah perkataan kotor bahkan bagi kebanyakan pekerja.

3. Akibat Sistem Elektoral
Dalam sejarah politik di Amerika Serikat , sistem pemilihan Simple-Plurality (SP) dari distrik yang tunggal terlihat menonjol tetapi tidak ditetapkan dalam sebuah Undang-Undang Dasar. Terkadang gerakan-gerakan dari partai ketiga yang kedaerahan menunjukan telah menumpuknya kekuatan yang mengancam partai-partai besar.

4. Golongan Sosial dan Pemilihan Presiden
Karena setiap 4 tahun sekali diadakannya pemilu untuk memilih Presiden, partai-partai besar terpaksa mencari dasar yang sesuai dengan program untuk menarik sebagian besar atau semua kelompok sosial di masyarakat Amerika. Meskipun adanya perbedaan berdasarkan taraf penghidupan dalam masyarakat, pemilihan Presiden memerlukan pembentukan koalisi-koalisi pemilihan yang akan memotong lintas daerah perpecahan ini.

Singkatnya, meskipun ada perbedaan besar dalam kekayaan, pendapatan dan hak-hak istimewa menjadi ciri masyarakat di Amerika. Namun rendahnya kesadaran golongan dalam kelompok-kelompok masyarakat Amerika dan sifat-sifat pemebentukan koalisi dalam pemilihan Presiden membuat politik Amerika Serikat relatif pragmatis, tidak ideologis dan ditandai oleh persaingan sedang antara dua partai yang lebih mempunyai kesamaaan daripada perbedaan mereka.

Proses pembuatan kebijaksanaan makin terbagi oleh perkembangan suatu sistem komite legislatif yang sangat kompleks, yang relatif otonom dalam daerah spesialisasinya denga peran pemerintah yang bertambah dalam masyarakat. Dengan moderenisasi ekonomi, angka kelompok-kelompok yang terorganisasi yang mewakili keperntingan tertentu telah bertambah jumlahnya dan menambah segi lain pembagian sistem kedalam proses pembuatan kebijaksanaan. Maka partai yang ada secara tidak langsung diminta untuk memberikan perpaduan dan arah sistem politik yang sengaja direncanakan dari abad ke-18. Mereka diminta untuk mngorganisasi dan mengkoordinasi kebijaksanaan pemerintah yang ada.

Partai-partai yang berdasarkan patronase mengaitkan pemilih dengan penjahat melalui jaringan aliansi partisan karena pegnurus partai sangat penting untuk menggerakan suara pada waktu pemilihan. Jadi setiap pembaharuan politik yang dihubungkan dengan kepegawaian negeri dan progesivisme hanya mempunyai dampak terbatas pada organisasi dan kerja partai-partai pada tingkat nasional dan dinegara bagian.

Perubahan itu terjadi ditahun 1950-an dimana pada saat bersamaan diciptakan dan diproduksinya televisi dan tentu saja hal itu sangat tidak terduga. Pemberitaan televisi nasional mengenai sidang-sidang partai Demokrasi dan Republik ditahun 1952. Pada waktu pemilihan Presiden pada 1960 ditambah lagi dengan perdebatan calon wakil Presiden Richard Nixon dan Senator John Kennedy dan lebih dari 100 juta orang di Amerika telah menyaksikan peristiwa kampanye itu di TV.

Berikut ini adalah dampak televisi pada kehidupan politik Amerika Seriakat:
  1. Anggota partai yang berasal dari rakyat jelata tidak menjadi masalah.
  2. Televisi menjadi sangat penting dalam politik, tetapi juga menjadi sangat mahal bagi para politisi.
  3. Pemakaian waktu penyiaraan di televisi secara efektif juga berarti menyewa orang-orang media yang profesional yang tau bagaimana cara ‘memborong’ produknya.
  4. Televisi telah memungkinkan para calon menjangkau lebih jauh para pendukung partai dan kepentingan jutaan pemilih dalam sekejap.
  5. Tujuan berita ditelevisi bukanlah memberi informasi kepada para pemirsa melainkan mencari keuntungan bagi pemilik pemancar televisi.
Dalam melaporkan kejadian politik, televisi telah mengangkat nilai kepentingan bagi pemirsa dengan memusatkan perhatian pribadinya dan pertentangan yang ada nyata didepan mereka. Jadi televisi memperkuat kecendrungan alamiah para pemirsa untuk melihat apa yang tampak ketimbang melihat hakikatnya. Dengan demikian televisi mengangkat calon jauh lebih tinggi dari kenyataanya bukan pada partai dia berasal. Kesalahan itu tidak semata-mata pada politikus atau pada televisi melainkan pada kita sendiri dan apa yang kita sukai.

 

Mengapa jumlah pemilih di Amerika Serikat menurun?

Pemilu di amerika mengandung hal-hal yang unik. Pertama, pemilihan di negera ini bersifat sukarela (voluntary). Tidak ada paksaan sama sekali bagi setiap warga untuk memilih pemerintah dan memberikan kebebasan penuh bagi semua warga negara dalam hal memilih sesuai dengan prinsip kebebasan individu. Sekalipun demikian, Amerika Serikat termasuk salah satu negara atau mungkin satu-satunya yang kegiatan pemilihannya paling banyak di dunia.

Pemilihan tidak hanya dilakukan untuk memilih presiden atau anggota kongres namun juga untuk memilih gubernur, anggota kongres negara bagian,walikota,,bahkan kepala sekolah. Dalam praktek ribuan jabatan politik di Amerika Serikat hanya mungkin di dapat lewat pemilihan.

Gabungan antara prinsip kebebasan individu dan banyaknya jenis-jenis pemilihan justru menurunkan angka pemilihan khususnya pemilihan nasional (general election). Jika di Eropa dan negara Asia jumlah pemilih cukup tinggi antara 70% hingga 90%, di Amerika Serikat pemilih yang aktif memilih hanya sekitar 60%. Antara tahun 1870 hingga 1880 jumlah angka pemilih mencapai puncaknya, yakni sekitar 80% hingga 85%. Namun sesudah tahun 1880 jumlah angka pemilih secara bertahap mulai berkurang hingga mencapai angka terendah pada tahun 1920-an, yakni sekitar 50%. Angka ini kemudian meningkat lagi, namun sampai dengan tahun 1984 jumlah peserta dalam pemilihan tidak pernah lagi mencapai angka di atas 60%.jumlah pemilih dalam pemilihan presiden tahun 1996 bahkan kurang dari 50%.dalam pemilihan di tingkat negara bagian angkanya justru semakin menurun. Misalnya, pemilihan untuk anggota kongres yang tidak bersamaan waktunya dengan pemilihan presiden biasanya hanya di hadiri oleh tidak kurang dari 40% pemilih. Ada beberapa sebab mengapa angka peserta pemilihan di Amerika Serikat paling rendah di bandingkan dengan pemilihan di negara maju.

Persoalan pendaftaran calon pemilih

Masalah pendaftaran pemilih ternyata menimbulkan rasa malas bagi penduduk Amerika Serikat untuk ikut dalam pemilihan. Rasa malas ini muncul karena beberapa persyaratan yang cukup ketat bagi masyarakat modern yang sangat mobil atau berpindah-pindah. Pertama, untuk pemilihan presiden pemilih harus sudah tinggal selama 30 hari. Kedua, untuk pemilihan anggota kongres pemilih harus tinggal selama 50 hari. Ketiga, orang amerika cenderung berpindah dari satu negara bagian ke negara bagian lain, keadaan ini dengan sendirinya menurunkan jumlah pemilih yang memenuhi syarat tinggal.

Beberapa penyebab lain yang membuat pemilih agak malas untuk datang ke tempat pemilihan adalah sebagai berikut:
  • Tempat pemilihan yang jauh dari rumah dan kondisi lingkungan yang keras atau karena cuaca buruk.
  • Mungkin saja tidak ada calon-calon yang cukup sepadan satu sama lain sehingga persaingan tidak tampak ketat.
  • Beberapa negara bagian mencabut hak suara bagi orang-orang yang sedang menjalani hukuman atau bekas narapidana.

Pemilu Di Amerika Serikat 

Amerika Serikat memiliki pemerintah federal, dengan pejabat terpilih di tingkat federal (nasional), negara bagian dan lokal. Pada tingkat nasional, kepala negara , para Presiden , dipilih langsung oleh rakyat, melalui elektoral . Di zaman modern, para pemilih hampir selalu memilih dengan suara populer negara mereka. Semua anggota legislatif federal, Kongres , secara langsung dipilih.

Negara hukum mengatur sebagian besar aspek hukum pemilu, termasuk pendahuluan, kelayakan pemilih (luar definisi konstitusi dasar), menjalankan electoral college masing-masing negara, dan menjalankan pemilihan negara bagian dan lokal.

Pembiayaan pemilu selalu kontroversial, karena sumber keuangan swasta membuat sejumlah besar sumbangan kampanye, terutama dalam pemilu federal. Pemerintah federal juga telah terlibat dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih , dengan langkah-langkah seperti Registration Act Pemilih Nasional 1993.

Tahapan Sistem Pemilihan Presiden di Amerika Serikat

Nominasi
Nominasi adalah dukungan resmi partai politik kepada calon presiden. Proses nominasi yang sesungguhnya akan berakhir dalam konvensi nasional partai (biasanya pada musim panas atau tepatnya pada akhir Juli atau awal Agustus menjelang pilpres pada bulan November). Ada 2 tradisi model nominasi yang dilakukan di Amerika, melalui sistem Caucus dan Primary Election. Caucus dan primary memiliki fungsi sama. Setiap negara bagian memiliki otonomi penuh, maka setiap negara bagian berhak menentukan model electoral mereka masing-masing.

1. Caucus : Sistem Caucus ini memberi legitimasi bagi elite-elite (ketua) partai. Ketua partai menetukan siapa yang akan dikirim sebagai delegasi dalam konvensi partai nasional. wakil partai/elite partai bertemu untuk memilih kandidat presiden menurut suara mayoritas. Dalam sistem ini, dominasi bos partai terhadap penentuan anggota delegasi memudahkan bos partai untuk mengendalikan para delegasi dalam konvensi nasional untuk menentukan calon presiden dari partai. Tetapi, akhir-akhir ini penggunaan sistem caucus dalam menentukan para delegasi mulai berkurang dibandingkan dengan sistem presidential primary.

2. Primary Election : Alrnatif lain sebagai tahap awal penentuan presiden adalah melalui pemilihan primary (primary election). Dalam proses ini para pemilih memberikan suara kepada para calon delegasi dalam konvensi partai. Primary election tidak hanya memilih delegasi namun juga merupakan indikasi awal apakah seorang calon dapat memenangkan pemilihan. Ada dua model primary election, yaitu primary election terbuka dan primary election tertutup. Di setiap negara bagian memiliki sistem yang berbeda:
  • Primary Election Terbuka : Contoh model terbuka ini seperti di Michigan, South Carolina, Virginia dsb. Pada sistem ini setiap calon pemilih, baik anggota atau pendukung partai demokrat, republik atau independen, boleh memilih calon dari partai manapun.
  • Primary Election Tertutup : Namun untuk di beberapa negara bagian lain, seperti di California dan NY, primary election dilakukan dalam sistem tertutup. Artinya, hanya anggota Partai Republik yg boleh ikut pemilihan primary calon presiden dari republik dan anggota Partai Demokrat yang ikut primary calon presiden dari demokrat. Karena setiap negara bagian memiliki otonomi penuh, maka setiap negara bagian berhak menentukan model electoral mereka masing-masing.

Konvensi Nasional
Konvensi nasional merupakan tahap akhir dari penentuan calon presiden dari partai. Konvensi nasional ini biasanya berlangsung selama 4 hari. Tetapi pada umumnya para delegasi di konvensi nasional telah mengetahui siapa yang bakal dinominasi sebagai calon presiden (didapatkan dari primary election dan caucus). Para kandidat sudah terseleksi dalam pemilihan primer. Konvensi partai hanya mengukuhkan, tidak memilih, kandidat. Karena itu, semuanya dapat diatur dengan seksama.Setelah konvensi nasional masing-masing partai menetapkan calon presidennya masing-masing, maka mereka akan bertarung dalam pemilu bulan Nopember.

Pada pemilu Nopember itu, rakyat AS memilih electors dari masing-masing distrik yang kemudian akan menetapkan siapa presiden AS dalam suatu mekanisme atau lembaga yang disebut electoral college. Dengan kata lain, dalam tahap inipun rakyat AS tidak memilih langsung presidennya tetapi melalui perwakilan. Setelah national primary, The real national election mempresentasikan pemenang Democrat dan Republican. Round ini disebut sebagai run off. Pemenang dari kompetisi election ini adalah pemenang mutlak sebagai president.

Pemilihan Nasional (Electoral College)
Electoral College System adalah sistem pemilihan presiden di Amerika. Meskipun pemilihan presiden Amerika sering disebut sistem pemilihan langsung, namun sesungguhnya pemilihan tidak dilakukan secara langsung. Pemilihan dilakukan dalam 2 tahap.

Tahap I : 
Dilakukan oleh rakyat Amerika secara langsung untuk mendapatkan population votes. Pemilihan langsung ini tidak memilih nama presiden namun memilih para electors di masing2 negara bagian.

Tahap II :
Tahapan kedua adalah pemilihan presiden oleh para electors. Para pemilih presiden atau presidential electors di tiap negara bagian merupakan gabungan dari jumlah Senator negara bagian (semua negara bagian sama yaitu 2 orang senator) ditambah dengan jumlah anggota House yang berbeda jumlahnya antara satu negara bagian dengan negara bagian lainnya.

Sekian, semoga artikel Demokrasi Style tentang Tingkat partisipasi politik masyarakat dalam pemilu di Amerika Serikat dapat menambah wawasan anda.



Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Hukum - Demokrasi Style
Link exchanges
top blogs
top blogs

Copyrighted.com Registered & Protected  Q8QL-MQFB-FI1B-MGBT

Supardin Waly
AUTHOR DEMOKRASI STYLE

Nama saya Supardin Waly, Alumni FISIP UNPATTI Ambon, Saya berasal dari Masohi - Maluku Tengah.

Share this:

IKLAN SHOPING ONLINE

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork